kopas99.blogspot.com - Terkait infasi militer yg dilakukan oleh Zionis Israel ke Nageri mulia Ghaza, Palestina, belakangan muncul gerakan untk mengajak memboikot beberapa produk-produk yg disinyalir sebagai produk hasil produsen Zionis yg keuntungannya tersebut digunakan sebagai dukungan terhadap serangan militer biadab itu. Mulai dari barang-barang rumah tangga, sampai alat telekomukasi dan elektronik. Tapi yg disayangkan, aksi boikot ni terkesan serampangan dan terlalu mudah untk melarang orang lain guna memakai produk -yang diduga- hasil produk Zionis tersebut, tanpa didukung dgn bukti kuat apakah memang keuntungan dari produk-produk itu dgn nyata digunakan untk mendukung serangan militer tersebut?
Semua orang -yang masih berpikiran waras- pasti sepakat bahwa infasi militer ke ghaza adlh tindakan di luar naluri kemanusian yg cinta kedamaian dan saling menghormati. Semua sepakat itu! Dan semua jg mau jika diajak untk mendukung kemerdekaan saudara-saudara di ghaza Palestina tersebut.
Akan tetapi memaksa memboikot / malah menyegel usaha dan produk orang lain dgn hanya "dugaan" tanpa bukti yg nyata yg jelas bahwa ia benar-benar mendukung serangan Israel ke Ghaza pun tak bisa disebut perbuatan baik. Justru itu merusak niat baiknya untk mendukung Ghaza, karena kebaikannya rusak dgn tindakan yg serampangan.
Ada beberapa produk yg masuk daftar list boikot yg nyatanya itu adlh produk dgn status kebutuhan primer bagi banyak orang. Sulit sekali untk tak memakai produk tersebut, karena memang kebutuhan yg menuntut itu. Bukan tak mau tapi tak ada jalan lain. Dan sayangnya yg selalu berkoar-koar "boikot" tersebut tak pernah memberikan solusi harus kemana lagi dan produk apa yg dipakai sebagai gantinya? Yang dikerjakan hanya berteriak saja. Sayang sekali.
Semakin aneh lagi, mereka berkoar-koar untk memboikot justru para ahli agam yg mengerti nilai-nilai luhur keagamaan, tapi justru mereka menghina dan menyindir dan tak jarang menghina mereka yg menggeluti bidang non-agama, / kuliah di prodi non-syariah. Mereka terus saja beranggapan bahwa hanya bidang agama yg baik. Sungguh sangat sempit pemikiran seperti itu.
Justru mestinya berterimakasih kepada mereka yg sudah mau meluangkan waktu dan tenaga utnuk menggeluti bidang-bidang umum tersebut. Kenapa? Karena kalau tak ada orang-orang dlm bidang tersebut, bagaimana muslim bisa bangkit di bidang tersrebut? Apa mau hanya bergelut di masjid dan di majlis taklim?
Kalau semua harus belajar ilmu agama secara terperinci, lalu siapa yg mau bertugas sebagai militer? Siapa yg bertugas sebagai dokter untk mengobati para muslim dan penuntut ilmu syariah yg sakit? Lalu siapa yg jadi teknokrat untk membangun bangsa? Lalu siapa yg jadi insiyur agar muslim jaya di bidang arsitektur?
Agar muslim mendapat kemenangan bukan hanya di akhirat, tapi kemenangan di dunia pun harus ditempuh. Seperti sekarang? Semua diboikot, tapi tak mau dukung muslim untk jadi pengusaha, kimiawan, fisikawan, biologist agar punya dan bisa memproduksi barang-barang guna mendukung kemajuan muslim juga.
Sekarang, semua bidang hampir dikuasai oleh orang non-muslim, lalu siapa yg mau disalahkan sekarang? Apa terus menyindir mereka yg ingin menggeluti bidang non-agama?
Melarang orang lain untk memakai produk-produk orang kafir, tapi yg dikerjakan hanya bergelut debat kusir kesana kemari dgn dalil-dalil yg membuat orang lain akhirnya menilai islam sangat sulit dan menjemukan. Lalu kapan bisa Berjaya di ranah keduniaan, kalau yg dikerjakan hanya adu dalil yg sama sekali tak menambah iman, tapi malah menambah permusuhan!
Agama ni yg memerintahkan kita untk tak hanya menang di akhirat, tapi di dunia juga. Jadi, jangan lagi ada orang yg menyindir kalau belajar ilmu umum itu tak penting!
وَابْتَغِ فِيمَا آَتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآَخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ "dan carilah pd apa yg telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tak menyukai orang-orang yg berbuat kerusakan." (al-Qashash: 77)
other source : http://zarkasih20.blogspot.com, http://twitter.com, http://instagram.com
0 Response to "Boikot Pemikiran Sempit Bukan Produknya"
Posting Komentar