This site uses cookies from Google to deliver its services, to personalize ads and to analyze traffic. Information about your use of this site is shared with Google. By using this site, you agree to its use of cookies. Learn More

Bagaimana Bentuk Fanatik Terhadap Nama Salafy - Fiqh

kopas99.blogspot.com - Bagaimana bentuk fanatik terhadap nama salafy

Bagaimana Bentuk Fanatik Terhadap Nama Salafy Tanya:
Bagaimana bentuk fanatik terhadap nama salafy?

Jawab:
Oleh Al Ustadz Muhammad Afifuddin hafizhahullah

Jangan dgn namanya pak! Dengan kandungannya. Kalau dikatakan fanatik, yg betul bukan fanatik, namanya ittiba', mengikuti qur'an, sunnah dgn pemahaman salaful ummat. Itu bukan fanatik, tapi ittiba'. Ketika antum kokoh, namanya tamasuk, tamasuk ittiba' bukan namanya 'ashabiyah, bukan namanya fanatik.

Kandungannya bukan semata-mata namanya. Antum pakai nama salafy! salafy! salafy! salafy! Tapi antum tak ada pembuktiannya, OMDO (omong doang), Allahu yubarik fiikum. Bukti ittiba'nya ya antum pelajari, manhaj salaf yg mulia ini. Kaji dari semua pembahasannya, dari masalah aqidah sampai masalah buang hajat. Lengkapi semua dgn sumber aslinya, qur'an, sunnah, dgn pemahaman salaf. Dan itu mudah.

Tadi sore barusan, ketika saya ke kamar, buka HP dpt kiriman WhatsApp dari para asatidzah. Videonya salah seorang kyai ha'ula'i , kyai bahula ini, ngomong:

"Jangan kembali kepada Al Qur'an, tak boleh kembali kepada Al Qur'an, karena bapak tak ngerti isi kandungannya kaya apa. Nanti malah kena racunnya Al Qur'an. Doktrinnya ahlussunnah itu bukan kembali kepada Qur'an dan sunnah, salah itu! Nanti bapak tak paham apa Qur'an dan sunnah itu. Nanti kena racunnya Qur'an dan sunnah. Tapi kembali kepada fiqh, faqihnya para ulama. Jadi kalau kyai ngomong begini, ya sudah nggih ngaten (ya begitu, -red) jangan pakai kaidah dalil segala"

Na'udzubillahi min dzalik, wallahu a'lam madza kalam yg luar biasa mengerikan. Orang yg semacam ni yg teriak-teriak wahabi, wahabi, anti wahabi. Mendidik umat untk taqlid pd tokoh-tokoh mereka, dilarang keras untk mengambil hukum dari Qur'an dan sunnah.

"Qur'an wocoen (bacalah, -red) pak, oleh (dapat, -red) pahala. Qur'an maknani, oleh (dapat, -red) pahala. Tapi jangan mengambil hukum dari Qur'an, kena racunnya nanti!"

Laa ilaaha illallah Muhammadur Rasulullah

"Sunnah wocoen (bacalah, -red) dpt pahala (Dia pakai bahasa jawa timuran), maknani, sebutkan maknanya, dpt pahala. Tapi jangan mengambil hukum dari sunnah, kena racun sunnah kamu nanti"

Barakallahufiik, laa haula wala quwwata illa billah. Allah mengatakan dlm firmannya:

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ "Sungguh kami telah memudahkan Al Qur'an untk diingat, dipahami. Apakah ada orang yg mau memahami?" (QS Al-Qamar: 17)

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا Kenapa mereka tak mau tadabbur Al Qur'an? Apa di hati mereka ada kunci-kunci? (QS Muhammad: 24)

Orang kafir, disuruh tadabbur Qur'an. Apalagi kaum muslimin. Perintah tadabbur Qur'an itu maknanya, bisa dipahami maknanya dan kandungannya, gampang. Dan itulah mereka. Pendidikan taqlid, pendidikan bebek, pendidikan 'ashabiyah, kepada tokoh-tokoh mereka. Tidak boleh menyentuh Qur'an dan sunnah, na'udzubillahi min dzalik. Itu yg anti wahabi, anti salafy, Allahul musta'an.

Download Audio disini

other source : http://detik.com, http://log.viva.co.id, http://thalabilmusyari.web.id

0 Response to "Bagaimana Bentuk Fanatik Terhadap Nama Salafy - Fiqh"

Posting Komentar

Contact

Nama

Email *

Pesan *